Sabtu, 24 Juni 2017

Sebuah Makna Reuni

Kita tumbuh besar bersama
Kita tau siapa kita dan akar kita
Kita tau karakter kita
dan bagaimana kita menyelesaikan problema

Hingga kita terpisah lama
Menjalani hidup sendiri-sendiri
Dan kita berjumpa lagi sekarang
Sungguh terdiam aku..

Betapa kalian kini berada di atas sana
Begitu luar biasa kemampuan dan kecerdikan kalian memahami dunia ini..
Seolah tak percaya bahwa kita berasal dari akar yang sama..

Reuni ini merupakan pukulan telak bagiku..
Betapa puluhan tahun yang terbuang sia-sia bagiku
Betapa mudah aku berpuas diri dengan apa yang dulu kuraih
Dan betapa kalian sangat gigih dan melesat cepat

Reuni ini merupakan sukacita bagiku, karena dengan ini, aku ditegur..
Betapa aku benar-benar bukan siapa-siapa,
Dan disadarkan bukan seperti ini seharusnya..

Reuni ini merupakan sukacita bagiku,
Karena Tuhan memberikan sahabat-sahabat luar biasa ini
Para raksasa bisnis yang tak segan berbagi
Dan membuka wawasan
Juga menyadarkan banyaknya kesalahan yang kuperbuat

Balikpapan, malammu tidak pernah gelap.

Selalu ada nilai kehidupan yang kupetik darimu
Selalu ada cambuk harapan yang kau berikan bagiku
Selalu ada suaramu kudengar, seperti guru mengajar

Padahal aku tak lagi bersamamu..

Selasa, 09 Mei 2017

Perlukah Melanjutkan ke Jenjang S2?

Pertanyaan "perlukah lanjut ke S2?" Ini sudah membuat galau sejak lama dan pasang-surut.
Setelah sekian lama waktu berjalan, akhirnya sekarang saya pun memutuskan meneruskan ke studi pasca sarjana (11 tahun setelah lulus S1)
Nah temen2 yang nyasar ke blog ini demi mencari alasan kenapa harus meneruskan ke jenjang S2, saya coba berbagi 3 alasan perlunya melanjutkan ke pendidikan S2:

1. Melimpahnya Lulusan S1
Temen2 pasti sudah sering dengar hal ini, bahkan liat sendiri di lingkungan teman2, betapa melimpahnya sarjana S1 dengan berbagai kualitas... Dari yang abal-abal, "nembak", sampai yang niat banget, dan berkualitas tinggi, semua ada.
Bagi temen2 yang belum bekerja, jelas ini adalah ancaman. Bagi yg sudah bekerja pun ini ancaman bagi jenjang karir nanti, alangkah mudah tereliminasi jika ada saingan yg strata pendidikannya lebih tinggi. Bagi temen2 yang menjadi wiraswasta sukses, Good! Pekerjakanlah temen2 S1 yang masih nganggur :p

2. Tuntutan Karier
Seperti yg sudah saya bilang, di profesi tertentu ada syarat-syarat yg mengharuskan teman2 berstrata S2, contohnya Dosen.
Teman2 yang terjun di dunia pengajaran pasti tau ini: strata pengajar harus 1 tingkat di atas yang diajarnya. Jika temen2 ingin mengajar kelas S1, maka sudah pasti temen2 harus memiliki strata minimal S2.
Dalam dunia non pendidikan pun sama, ada saatnya temen2 bakal kalah bersaing saat promosi naik pangkat gara2 ada pesaing yang S2 :(

3. Murni Ingin Upgrade Diri
Banyak diantara kita dulu sewaktu lulus SMA harus segera memutuskan ambil salah satu jurusan S1 dalam waktu singkat, padahal minatnya belum terlalu terbentuk mau jurusan apa. Akhirnya menjalani S1nya ga terlalu mendalami, yang penting lulus.
Berbeda dengan S2, orang-orang yang ambil S2 umumnya mereka yang termotivasi ingin mendalami ilmu yg lebih spesifik, dan sudah pasti berminat terhadap ilmu tersebut. Otomatis, para lulusan S2 adalah orang-orang yang lebih fokus dan ahli terhadap bidang tersebut.
Nah, inilah 3 alasan yang mungkin bisa memotivasi temen2 untuk melanjutkan kuliah pascasarjana. Memang seperti 'butuh ga butuh' bagi sebagian orang, tapi jika memang dana dan waktu tersedia, tidak ada salahnya teman2 mempersenjatai diri sejak dini kan?

Senyum dan Lambaian Tangan Pria Berbatik Biru

Malam ini seharusnya gw mengejar target gw untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah jelang UAS. Tapi ga bisa. Pikiran gw campur aduk. Dan lucunya, belum pernah gw sesedih ini gara-gara tokoh politik :)

Gila... ga berasa, air mata bisa berlinang gegara melihat foto seseorang berbatik biru, yang tersenyum melambaikan tangan ke arah kamera, diapit oleh petugas-petugas kejaksaan.

Hari ini masyarakat Jakarta, mungkin Indonesia, bahkan dunia disuguhi tontonan yang menyedihkan. Hari ini ada kekuatan besar dari orang-orang fanatik yang merasa hidupnya sangat suci tanpa dosa sedang bersorak sorai teriak-teriak girang atas 'kemenangan' mereka menjebloskan orang baik ke penjara.

Gw bukan die-hard fans beliau, bukan teman, simpatisan, atau apapun label yang bisa kalian tandai "auto-kafir". Gw cuma penduduk Jakarta biasa yang baru kali ini merasakan Jakarta berubah! Baru kali ini gw takjub melihat sebuah kerja keras yang memberi dampak sangat nyata bagi sebuah kota besar dengan segudang permasalahan pelik!

Bagaimana mungkin seseorang yang berhasil menyelamatkan uang rakyat dari tangan mafia, membebaskan Jakarta dari banjir (memang belum semua, tapi ini sudah luar biasa!), dengan berani menutup pusat prostitusi terbesar di asia, hidupnya diwakafkan untuk keadilan sosial rakyat Jakarta, yang tidak pernah menghitung untung rugi demi amanah tugas sebagai pelayan rakyat, yang selalu siap mati kapanpun demi kemanusiaan yang adil dan beradab, kini, malam ini, tidur di sumpeknya penjara???

Seorang putra bangsa yang sedang berjuang untuk membangun bangsanya (masyarakat Jakarta siapapun itu, apapun agamanya, sukunya) harus mengalami ketidakadilan demi kemunafikan segerombolan besar orang-orang dungu. ya, kalian yang menjebloskan dia adalah munafik. Kalian suci? Kalian tidak pernah berbicara buruk tentang agama lain? Sudah. Gausah dijawab. Namanya juga munafik.

Kenapa gw bilang munafik?

Pria yang kalian vonis ini memang bukan Tuhan yang tanpa cela. Dia pelayan kalian yang bacotnya emang frontal. Tapi apakah yang dikatakannya salah? Dengan segala yang dia perjuangkan untuk rakyat ini, pantaskah dia menerima ini semua?? Hallo??? Bagaimana dengan pemain bokep yang terang-terangan menghina lambang negara, menghina presiden, dan jelas-jelas menistakan agama minoritas itu??? oohh klo doi ga salah ya?? sejenis tuhan-tuhanan kalian yang ga boleh diomongin jelek sedikitpun ya? Ya lah. Namanya juga munafik.

Lihatlah putra bangsa ini, sang pelayan rakyat ini! Dia bukan pengecut. Dia tidak lari, dia hadapi semua panggilan-panggilan pemeriksaan diantara sibuknya mengabdi kepada kalian! Bagaimana dengan panglima kalian? kemana dia? Ayo sini.. pada nyariin..

Sekarang yang gw khawatirkan adalah banyaknya tulisan-tulisan kekecewaan anak-anak bangsa ini. Tulisan-tulisan yang menggambarkan betapa kecewanya, betapa mereka kehilangan harapan terhadap Indonesia.

Salahkah mereka jika ingin cabut dari Indonesia karena berjuang demi kemajuan negeri ini tidak ada gunanya jika anda minoritas? Salahkah putra-putri bangsa yang bertalenta di luar negeri menjadi enggan untuk pulang membangun negeri? Salahkah mereka jika kini mereka memikirkan diri sendiri dan keluarganya saja, toh sumbangsih untuk negeri sendiri ga akan dihargai jika anda minoritas?

Disini, di Indonesia, mereka para munafik boleh menghina agamamu, merusak tempat ibadahmu, membubarkan ibadahmu, memukulimu. Iya, karena kamu minoritas. Dan jangan coba-coba melakukan hal yang sama ke mereka ya, karena mereka itu suci, ga boleh disalahin.

#RIPNKRI #RIPBHINNEKATUNGGALIKA #RIPHAKMINORITAS #RIPPLURALISME